Kamis, 25 Agustus 2011

SAATNYA ANAK YATIM KEMBALI TERSENYUM


     “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling” (QS Al-Baqarah 83).
Salah satu anggota BKM tampak sedang memberikan 
bantuan dan santunan kepada anak yatim pada tahun 
2010 silam
Anak Yatim/piatu mempunyai keistimewaan terseniri dalam agama Islam. Ya, banyak sekali ayat al-Quran dan Hadits Nabi menjelaskan keistimewaan anak yatim/piatu ini salah satunya adalah surah al-Baqarah ayat 83 di atas. Dengan berpedoman Dari surah-surah al-Quran dan Hadits Nabi tersebut, KSM Nyi Mas Syarifah Mudaim menjalankan tugasnya sebagai pengelola kegiatan ‘Sewa Alat Pesta’ di Desa Mertasinga. KSM mengaku senang karena dari hasil sewa alat pesta tersebut KSM dapat menyalurkan  santunan bagi anak yatim/piatu yang ada di Desa Mertasinga. “Kami sangat senang menjalankan tugas ini, karena dengan adanya kegiatan ini (sewa alat pesta-red) kami menjadi punya wadah untuk memuliakan anak yatim” Jelas Bapak Ridwan, ketua KSM Nyi Mas Syarifah Mudaim.
Menurut penuturan Bpk. Ridwan, Sampai saat ini KSM telah menyalurkan satu kali santunan kepada para anak yatim Desa Mertasinga. “Pada tahun 2010 lalu kami telah menyalurkan dana santunan kepada 42 anak yatim di Desa Mertasinga sebesar Rp. 420.000,-” Ujar Bpk Ridwan Menjelaskan. Bapak Ridwan pun menambahkan bahwa rencananya pada akhir Ramadhan (akhir Agustus-red) KSm akan kembali menyalurkan dana santunan. “Saat ini kami sedang menghitung dana yang tersedia dan mendata anak yatim atau piatu yang berhak menerima santunan” Tambah Bpk Ridwan.
Selain kepada anak yatim dan piatu, KSM pun berencana memberikan santunan kepada para kaum dhuafa yang berada di Desa Mertasinga. “Insyaalloh kalau semua anak yatim telah kebagian santunan, kedepan kami akan menyalurkan bantuan juga kepada para kaum dhuafa seperti kaum jompo dan lain sebagainya.” Tambah Bpk Ridwan.
Sementara itu warga Desa Mertasinga menyambut baik keberadaan kegiatan Sewa Alat Pesta yang dikelola oleh KSM nyi Mas Syarifah Mudaim ini. Warga berharap kedepan KSM dapat lebih mensosialisasikan kegiatan yang sangat baik ini.

           KSM Nyi Mas Syarifah Mudaim hanya berharap mudah-mudahan usahanya dalam mengelola kegiatan Sosial ‘Sewa Alat Pesta’ ini dapat bermanfaat bagi warga terutama warga miskin dan para anak yatim di Desa Mertasinga. Karena mereka sadar bahwa memuliakan anak yatim sangat besar sekali pahalanya di sisi Alloh SWT. Untuk itu mereka tidak mengharapkan apa-apa dari kegiatan ini selain ridho-Nya. PZA***

Rabu, 24 Agustus 2011

SEWA KURSI PLUS – PLUS

“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” mungkin itu pribahasa yang cocok untuk kegiatan Sewa Kursi di desa Sambeng yang dikelola oleh KSM Melati. Bagaimana tidak, selain warga dapat menyewa kursi dengan harga terjangkau, warga pun ternyata dapat beramal menyantuni anak yatim atau warga jompo yang ada di Desa Sambeng.

Kursi sewa yang dikelola KSM Melati tampak sedang 
dipergunakan dalam pertemuan BKM akhir Juni lalu
Ketika ditemui di sekretariat KSM Melati di Balai Desa Sambeng, Bpk Mukamad, Ketua KSM Melati menjelaskan tentang metode dan aturan main KSM Melati. Menurut ia (Mukamad-red) warga dapat memanfaatkan fasilitas sewa kursi yang ditawarkan KSM Melati. Selain harga yang terjangkau atau bahkan gratis bagi warga miskin, warga pun tanpa terasa ikut menyantuni anak yatim dan warga jompo di Desa Sambeng. “Dengan Rp. 20.000,- warga Sambeng sudah dapat menyewa 200 kursi untuk kegiatan pesta atau pertemuan warga lainnya, Plus warga pun tanpa terasa dapat beramal menyantuni warga miskin yang ada di Desa Sambeng”. Ujar Bpk. Mukamad.

Sampai saat ini (25 Juli 2011) data yang ada di KSM Melati, sudah terdapat 18 warga yang menyewa kursi dengan pemasukan sebesar Rp. 465.000,-. Dari dana tersebut KSM sudah bisa menyalurkan dana santunan sebesar Rp. 139.500,-. “Rencananya akhir bulan depan (akhir Agustus/Ramadhan-Red) KSM akan menyalurkan dana santunan kepada anak yatim di Desa Sambeng” Jelas Bpk Mukamad. “Kami akan memanfaatkan bulan penuh barokah dan ampunan (Ramadhan-Red) untuk menyalurkan dana santunan. Mudah-mudahan dana tersebut akan bertambah sehingga penerima dana santunan pun dapat bertambah pula” Tambah Bpk Mukamad.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dan sangat diuntungkan dengan adanya sewa kursi ini” Ujar Bpk Carkadi penyewa kursi (penerima manfaat-red) Hanya menurut Bpk Carkadi, ada satu yang kurang dengan sewa kursi tersebut. Menurut dia sewa kursi tersebut sedikit kurang lengkap, menurutnya akan lebih lengkap apabila KSM juga menyewakan sekalian dengan tenda nya. “Jadi tidak tanggung” tambah-nya.
Apabila disetujui, KSM Melati tahun ini akan mengajukan permo-honan dana untuk sewa tenda kepa-
da PNPM sebagai pelengkap sewa kursi yang sudah berjalan. KSM menghimbau kepada warga untuk memanfaatkan fasilitas sewa kursi ini. Karena dengan sewa kursi pada KSM Melati berarti anda mempunyai dua keuntungan. Sekali Mendayung dua pulau terlampaui. “Kami menyebutnya dengan Sewa Kursi Plus-plus” Ungkap Bpk Mukamad sambil tertawa

Rabu, 20 April 2011

WARGA DESA ASTANA TOLAK TERORIS...


Desa Astana -  Penolakan keluarga Keraton Kanoman Cirebon terhadap jasad M Syarif yang rencananya dimakamkann di Kompleks Pemakaman di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon, benar-benar direalisasikan.
Spanduk penolakan pemuda Astana terhadap jasad M. Syarif
terlihat di beberapa sudut sekitar Pemakaman Sunan Gunung Jati
dan di Gunung Sembung Desa Astana


Bahkan penolakan terhadap jenazah Syarif juga dilakukan warga Desa Astana Kecamatan Gunung Jati. Warga pun mengancam akan memblokade jalan masuk ke kompleks pemakaman jika pihak keluarga Syarif tetap nekat akan memakamkannya di tempat pemakaman milik keluarga Keraton Kanoman tersebut.


Elang Pendi salah seorang tokoh warga Gunungjati yang juga kerabat Keraton Kanoman, mengungkapkan, pemakaman Astana Gunungjati tertutup bagi teroris yang telah melakukan aksi bom bunuh diri di Masjid Adzikro Mapolres Cirebon Kota, Jumat (15/4/2011) lalu tersebut.


"Jika memang ia mengatasnamakan jihad, ini jelas melecehkan. Wasiat Sunan Gunungjati sangat jelas, 'Isun Titip Tajug lan Pakir Miskin (saya titip masjid dan pakir miskin)' tapi ia malah menghancurkan masjid," ujar Pendi, Rabu (20/4/2011).


Pendi menambahkan, warga tidak akan segan-segan memblokade jalan jika pihak keluarga Syarif memaksakan untuk menguburkannya di Desa Astana Gunungjati.


Sementara itu, hingga siang ini belum ada tanda-tanda jasad Syarif akan tiba di Cirebon. Sebelumnya, ayah Syarif, Abdul Gofur mengaku menerima kabar dari Mabes Polri bahwa jasad anak keempat tersebut akan diterbangkan dari Jakarta menuju Cirebon dan mendarat di Bandara Cakrabuana Penggung Cirebon, Rabu (20/4/2011) ini.


Sementara itu terjadi pertentangan di dalam tubuh Keraton Kanoman, Cirebon, Jawa Barat. Ada yang menolak pemakaman Muhammad Syarif di Astana Gunung Jati, tapi ada pula yang menerima. 

Hal tersebut diungkapkan Sultan Saladin, Sultan Kanoman versi surat wasiat. "Pelaku bom bunuh diri di Masjid Al Dzikra yang ada di Mapolres Kota Cirebon sama sekali tidak terkait dengan Keraton Kanoman," katanya. Pelaku pun dianggap tidak ada hubungan dengan Keraton Kanoman, karena hanya dari garis ibunya. 

Menurut Saladin, ibu Muhammad Syarif, Ratu Sri Mulat, memang keturunan Keraton Kanoman. Namun, kedudukan anaknya berarti sudah putus. "Tidak ada hubungan lagi," katanya. Karenanya, Saladin menolak pemakaman Muhammad Syarif dilakukan di Astana Gunung Jati. 

Jika ingin dimakamkan di Astana Gunung Jati harus ada izin dari pihak keraton, baik Kanoman maupun Kasepuhan. "Kami tidak memberi izin, termasuk mensalatkan jenazah di masjid Agung Keraton Kanoman," katanya. 

Seperti diketahui, ada dua pemakaman di Gunung Jati, yaitu Astana Gunung Sembung tempat Syekh Syarif Hidayatullah bersama keturunannya dimakamkan serta di Astana Gunung Jati. Di Astana Gunung Jati, siapa pun bisa dimakamkan selama mendapatkan izin dari keraton. Yang dimakamkan di sini antara lain mantan Menteri Kehakiman Ismail Saleh.