Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

DANA BLM SEBESAR RP 60 JUTA SUDAH DICAIRKAN BKM KI AGENG MANGKU DERJO


Dana BLM APBN PNPM Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp. 60 Juta akhirnya dapat dicairkan oleh BKM Ki Ageng Mangku Derjo Desa Sambeng. Pada Selasa (27/09) lalu dengan berbekal surat rekomendasi pemanfaatan dana BLM dari korkab Cirebon BKM mengambil dana BLM sebesar Rp. 60 juta dari dana sebesar Rp. 120 juta yang sudah masuk rekening BKM.

Koordinator BKM secara simbolis menyerahkan dana BLM







Tidak memerlukan waktu yang lama BKM pun segera menyalurkannya kepada KSM untuk dimanfaatkan untuk kegiatan infrastruktur. berikut adalah rincian penggunaan dana BLM APBN TA 2011 BKM Ki Ageng Mangku Derjo Tahap I termin I

Nama KSM
Kegiatan
Dana BLM (Rp)
Termin I
Termin II
Kencana
Paving Block
  3.875.000
  13.875.000
Ki Seser
Rabat Beton
  5.125.000
  15.125.000
Nyiles
Drainase terbuka
  3.750.000
  13.750.000
Flamboyan
Paving Block
  5.000.000
  15.000.000
BOP
   2.250.000
    2.250.000
Jumlah
  60.000.000
  60.000.000

Pada malam pencairan tersebut BKM yang diwakili oleh Bpk H. Nurtadhi Bunadhi Sebagai Koordinator BKM menghimbau kepada KSM dan juga warga Desa Sambeng untuk memanfaatkan dana yang turun tersebut dengan sebaik-baiknya.

Jumat, 23 September 2011

WARGA ASTANA SAMBUT DANA BLM APBD 2010

Warga miskin Desa Astana kini kembali dapat tersenyum menyusul cairnya dana BLM APBD putaran II 2010 kepada KSM. Ya dana BLM yang sudah mereka tunggu sejak satu tahun kebelakang itu akhirnya cair juga ke KSM pada Senin (19/09) kemarin.

Pada Senin itu BKM Pakungwati mencairkan dana sebesar Rp. 27.500.000,- dari dana BLM sebesar Rp. 40.000.000,- sementara sisanya akan BKM cairkan pada termin II setelah KSM menyelesaikan tugasnya pada termin I ini.

Dana termin I sebesar Rp. 27.500.000,- tersebut dialokasikan untuk kegiatan Lingkungan sebesar Rp. 12.500.000,- (50%) dan kegiatan Sosial sebesar Rp. 15.000.000,- (100%). "Kami harap KSM bersama masyarakat Desa Sambeng dapat memanfaatkan dana yang turun ini dengan sebaik-baiknya" Harap Faruq Hilmi Faz, S.Pd, koordinator BKM pakungwati dalam sambutannya saat pencairan Senin (19/09) kemarin. PZA***

Rabu, 07 September 2011

DANA APBD RP. 200 JUTA SIAP DI KUCURKAN KE 5 DESA DAMPINGAN TIM 16

Dana BLM II APBD putaran II tahun 2010 sebesar Rp. 200 juta siap di kucurkan kepada 5 desa dampingan tim 16 Kabupaten cirebon. Kelima desa tersebut adalah Desa Astana, Grogol, Mertasinga, Babadan, dan Desa Buyut.

Sementara ini (awal September 2011) baru satu desa yaitu desa Astana yang dana BLMnya sudah cair ke rekening BKM. "Dana BLM II APBD putaran 2 tahun 2010 baru cair ke satu rekening BKM yaitu BKM Pakungwati Desa Astana, sementara BKM lainnya mungkin akan cair dalam waktu dekat ini." Ujar M. Jamhari AR, Senior Fasilitator Tim 16. Jamhari pun menambahkan bahwa kalau semua persyaratan sudah terpenuhi, maka tak lama lagi dana APBD untuk Desa Astana sudah dapat dimanfaatkan oleh warga. Berikut adalah rincian alokasi dana BLM APBD putaran 2 tahun 2010 tiap Desa:

NO
NAMA DESA
ALOKASI DANA APBD (Rp)
JUMLAH (Rp)
Infrastruktur
Sosial
1
GROGOL
20.750.000
19.250.000
40.000.000
2
BABADAN
24.750.000
15.250.000
40.000.000
3
MERTASINGA
21.000.000
19.000.000
40.000.000
4
BUYUT
21.000.000
19.000.000
40.000.000
5
ASTANA
25.000.000
15.000.000
40.000.000
Untuk lebih detail rincian dana APBD 5 Desa dampingan tim 16 silahkan download di sini.

Dari dana APBD sebesar Rp 200 juta tersebut diperkirakan dapat menyerap dana swadaya sebesar Rp 63.095.000,-. Kami (fasilitator Tim 16) berharap warga dapat memanfaatkan dana yang akan turun ini dan mengawalnya demi kesejahteraan bersama.


Rabu, 20 April 2011

WARGA DESA ASTANA TOLAK TERORIS...


Desa Astana -  Penolakan keluarga Keraton Kanoman Cirebon terhadap jasad M Syarif yang rencananya dimakamkann di Kompleks Pemakaman di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon, benar-benar direalisasikan.
Spanduk penolakan pemuda Astana terhadap jasad M. Syarif
terlihat di beberapa sudut sekitar Pemakaman Sunan Gunung Jati
dan di Gunung Sembung Desa Astana


Bahkan penolakan terhadap jenazah Syarif juga dilakukan warga Desa Astana Kecamatan Gunung Jati. Warga pun mengancam akan memblokade jalan masuk ke kompleks pemakaman jika pihak keluarga Syarif tetap nekat akan memakamkannya di tempat pemakaman milik keluarga Keraton Kanoman tersebut.


Elang Pendi salah seorang tokoh warga Gunungjati yang juga kerabat Keraton Kanoman, mengungkapkan, pemakaman Astana Gunungjati tertutup bagi teroris yang telah melakukan aksi bom bunuh diri di Masjid Adzikro Mapolres Cirebon Kota, Jumat (15/4/2011) lalu tersebut.


"Jika memang ia mengatasnamakan jihad, ini jelas melecehkan. Wasiat Sunan Gunungjati sangat jelas, 'Isun Titip Tajug lan Pakir Miskin (saya titip masjid dan pakir miskin)' tapi ia malah menghancurkan masjid," ujar Pendi, Rabu (20/4/2011).


Pendi menambahkan, warga tidak akan segan-segan memblokade jalan jika pihak keluarga Syarif memaksakan untuk menguburkannya di Desa Astana Gunungjati.


Sementara itu, hingga siang ini belum ada tanda-tanda jasad Syarif akan tiba di Cirebon. Sebelumnya, ayah Syarif, Abdul Gofur mengaku menerima kabar dari Mabes Polri bahwa jasad anak keempat tersebut akan diterbangkan dari Jakarta menuju Cirebon dan mendarat di Bandara Cakrabuana Penggung Cirebon, Rabu (20/4/2011) ini.


Sementara itu terjadi pertentangan di dalam tubuh Keraton Kanoman, Cirebon, Jawa Barat. Ada yang menolak pemakaman Muhammad Syarif di Astana Gunung Jati, tapi ada pula yang menerima. 

Hal tersebut diungkapkan Sultan Saladin, Sultan Kanoman versi surat wasiat. "Pelaku bom bunuh diri di Masjid Al Dzikra yang ada di Mapolres Kota Cirebon sama sekali tidak terkait dengan Keraton Kanoman," katanya. Pelaku pun dianggap tidak ada hubungan dengan Keraton Kanoman, karena hanya dari garis ibunya. 

Menurut Saladin, ibu Muhammad Syarif, Ratu Sri Mulat, memang keturunan Keraton Kanoman. Namun, kedudukan anaknya berarti sudah putus. "Tidak ada hubungan lagi," katanya. Karenanya, Saladin menolak pemakaman Muhammad Syarif dilakukan di Astana Gunung Jati. 

Jika ingin dimakamkan di Astana Gunung Jati harus ada izin dari pihak keraton, baik Kanoman maupun Kasepuhan. "Kami tidak memberi izin, termasuk mensalatkan jenazah di masjid Agung Keraton Kanoman," katanya. 

Seperti diketahui, ada dua pemakaman di Gunung Jati, yaitu Astana Gunung Sembung tempat Syekh Syarif Hidayatullah bersama keturunannya dimakamkan serta di Astana Gunung Jati. Di Astana Gunung Jati, siapa pun bisa dimakamkan selama mendapatkan izin dari keraton. Yang dimakamkan di sini antara lain mantan Menteri Kehakiman Ismail Saleh.

Kamis, 14 April 2011

KONSEPSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


Kita sering mendengar istilah pemberdayaan masyarakat. Apa sebenarnya arti dari pemberdayaan masyarakat tersebut? Secara lugas dapat diartikan sebagai suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat.

Dari definisi tersebut terlihat ada 3 tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat. Kemampuan masyarakat yang dapat dikembangkan tentunya banyak sekali seperti kemampuan untuk berusaha, kemampuan untuk mencari informasi, kemampuan untuk mengelola kegiatan, kemampuan dalam pertanian dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Perilaku masyarakat yang perlu diubah tentunya perilaku yang merugikan masyarakat atau yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Contoh yang kita temui dimasyarakat seperti, anak tidak boleh sekolah, ibu hamil tidak boleh makan telor, yang membicarakan rencana pembangunan desa hanya kaum laki-laki saja, dan masih banyak lagi yang dapat kita temui dimasyarakat. 



Pengorganisasian masyarakat dapat dijelaskan sebagai suatu upaya masyarakat untuk saling mengatur dalam mengelola kegiatan atau program yang mereka kembangkan. Disini masyarakat dapat membentuk panitia kerja, melakukan pembagian tugas, saling mengawasi, merencanakan kegiatan, dan lain-lain. Lembaga-lembaga adat yang sudah ada sebaiknya perlu dilibatkan karena lembaga inilah yang sudah mapan, tinggal meningkatkan kemampuannya saja. PZA***

Kamis, 07 April 2011

SELESAI DIAUDIT, BKM PUN LEGA




Hari ini, Kamis (07/04) seluruh BKM Desa Dampingan tim 16 Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon telah menyelesaikan suatu tahapan yang membuat mereka berdebar-debar. Ya, tadi siang seluruh BKM akhirnya sudah diaudit oleh tim auditor independen.


Tadi siang tim audit dari akuntan Publik "Drs. Sayuti Hasan Sobari" telah menyelesaikan tugasnya dalam mengaudit BKM di Kecamatan Gunung Jati. Hari ini tim audit mengaudit 5 BKM yaitu BKM Ki Ageng Mangku Derjo (Sambeng), BKM Mandiri Sejahtera (Babadan), BKM Pakungwati (Astana), BKM Pancer Jati (Kalisapu), dan BKM Gandasari Sejahtera (Sirnabaya). sementara 5 BKM dampingan tim 16 lainnya sudah terlebih dahulu diaudit pada Kamis (31/03) lalu.


Bpk Kartono, Koordinator BKM Mandiri Sejahtera, merasa lega dan berharap hasil auditnya nanti bisa sesuai dengan yang diharapkan "Alhamdulillah, akhirnya selesai juga kami (BKM Mandiri Sejahtera-red) diaudit. Mudah-mudahan hasilnya memuaskan sesuai dengan yang kami harapkan" harap Bpk Kartono. "Nantinya, hasil audit ini akan kami jadikan acuan kepada warga bahwa kami (BKM Mandiri Sejahtera-red) benar-benar akuntabel dan transparan." Tambah Bpk Kartono yang kelihatan lega setelah selama satu Minggu ini terlihat tegang. Hal tersebut pun diamini oleh M. Jamhari AR, Senior Fasilitator tim 16, yang mengungkapkan bahwa audit ini diperlukan untuk meyakinkan kepada masyarakat akan akuntabilitas BKM, sehingga kedepannya warga masyarakat dapat mendukung secara penuh terhadap PNPM dan BKM tanpa ada prasangka yang dapat menghambat jalannya program ini (PNPM-red). 
"Alhamdillah, kami lega. Tinggal menunggu hasilnya" Mimin Tumini (Anggota BKM Ki Ageng Mangku Derjo)


"Saya orang baru di BKM dan PNPM, Audit ini bagus untuk menjaga kami" H. Nurtadi (Koordinator BKM Ki Ageng Mangku Derjo


"Saat-saat yang mendebarkan adalah menunggu hasil audit" Nining (UPK BKM Mandiri Sejahtera)


"Semangat BKM, Buktikan bahwa kita adalah lembaga yang akuntabel" M. Andi Hazairin (Faskel MK Tim 16) "PZA***

5 BKM DESA DAMPINGAN TIM 16 SEDANG DIAUDIT

5 BKM Desa Dampingan tim 16 saat berita diturunkan (Kamis 07/03, pukul 11.30 WIB) sedang di audit oleh tim audit independen. Para anggota BKM, UPK, Sekretariat berkumpul di Base camp Tim 16 untuk mengumpulkan data keuangan dan kegiatan tahun buku 2010.

Audit ini diperlukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga BKM. Sehingga dengan adanya audit ini warga diyakinkan bahwa BKM dan program PNPM di Desanya berjalan sesuai aturan PNPM.

Jumat, 01 April 2011

BKM SUDAH MULAI DI AUDIT

5 BKM di Kec. Gunung Jati sudah Mulai di audit oleh auditor independen. Ya, Kamis (31/03) Kemarin tim Auditor dari akuntan Publik "Drs. Sayuti Hasan Sobari mulai mengaudit BKM di Kecamatan Gunung Jati. kelima BKM tersebut adalah:
1. BKM Bakti Insani (Grogol)
2. BKM Manunggal (Mertasinga)
3. BKM Bunga Aster (Buyut)
4. BKM An-Nur (Mayung), dan
5. BKM Silih Asih (Wanakaya)


Kelima BKM tersebut Kamis (31/03) kemarin berkumpul di Base Camp PNPM MP Tim 16 untuk mengumpulkan dan diperiksa data-data pembukuannya di tahun 2010. Tidak tampak raut kecemasan di  muka para anggota BKM yang hadir. Mereka semua terlihat optimis dengan hasil audit yang keluar nanti. "Kami telah bekerja sesuai  dengan aturan, mudah-mudahan tidak ada kesalahan dan hasil dari audit ini bisa sesuai dengan yang kami harapkan" Ungkap Bpk Charmita, koordinator BKM Bunga Aster Desa Buyut sesaat setelah pelaksanaan audit.


Audit independen ini nantinya dapat dijadikan acuan bagi BKM bahwa mereka di PNPM sangat menjaga akuntabilitas lembaga. Iik***

Rabu, 30 Maret 2011

10 BKM DI KECAMATAN GUNUNG JATI SIAP DI AUDIT

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas BKM, 10 BKM Di Kecamatan Gunung Jati (Daerah dampingan tim 16) siap diaudit oleh lembaga independent. Sabtu (26/03) kemarin para perwakilan dari 10 BKM dampingan tim 16 berkumpul di Base camp PNPM Kecamatan Gunung Jati untuk mendengarkan pengarahan dari auditor yang akan mengaudit BKM.


Hari itu (Sabtu, 26/03) Auditor dari kantor Akuntan Publik "Drs. Sayuti Hasan Sobari" memberikan penerangan kepada BKM tentang rencana waktu audit dan data-data yang harus dipersiapkan oleh BKM dalam menghadapi audit kali ini.

Audit yang rencananya akan dilaksanakan April ini akan memeriksa seluruh keuangan, administrasi, dan kegiatan yang telah dilaksanakan BKM pada tahun 2010 kemarin. “Kami akan segera mempersiapkan semua keperluan audit” Ujar Ibu Mimin, Anggota BKM Ki Ageng Mangku Derjo Desa Sambeng usai pertemuan dengan Auditor.



Bpk. Usman Effendi, tim Auditor BKM menjelaskan bahwa hasil audit tim independen ini nantinya akan menunjukan akuntabilitas BKM selama ini. Warga harus diyakinkan bahwa tidak ada penyelewengan dana dan ketidaksesuaian kegiatan yang dilakukan oleh BKM selama ini. “Insya Alloh hasil audit ini dapat dipertanggungjawabkan karena auditornya berasal dari lembaga independen.” Ujar M. Jamhari AR, Senior fasilitator Tim 16 dalam sambutannya kepada para perwakilan BKM Sabtu (26/03) kemarin


Sebenarnya ini bukanlah pertama tahun ini BKM diaudit. Sebelumnya warga Desa sudah lebih dulu mengaudit BKM melalui tim review partisipatif. Bahkan setiap saat atau minimal satu bulan sekali BKM sebenarnya selalu diaudit oleh tim Faskel PNPM MP Tim 16Namun itu tidak cukup, perlu kiranya ada tim auditor yang benar-benar independen dan kompeten dalam mengaudit suatu lembaga. Sehingga hasil dari auditnya nanti benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Adanya audit ini menunjukan bahwa BKM benar-benar bekerja profesional tidak ada yang ditutup-tutupi dan siap mempertanggungjawabkan segala sesuatu apabila memang ada yang tidak sesuai dengan prosedur.

Selasa, 29 Maret 2011

TIM 16 SELESAI MELAKSANAKAN PELATIHAN KEPADA MASYARAKAT

Akhirnya, Paket Pelatihan Masyarakat tentang PNPM selesai dilaksanakan oleh tim 16 Fasilitator PNPM Kabupaten Cirebon. Pelatihan yang mengahbiskan dana sebesar Rp.  4.300.000,- per desa tersebut terdiri dari:


1. Pelatihan Dasar All
2. Pelatihan Khusus BKM
3. Pelatihan Khusus UPK dan Sekretariat
4. Pelatihan Khusus UPL
5. Pelatihan Khusus UPS
6. Pelatihan Khusus Dewan Pengawas
7. Pelatihan khusus KSM
8. Pelatihan Khusus Relawan
9. Pengembangan media Warga


Pelatihan dimulai dengan Pelatihan Dasar All di Desa Buyut pada 20 Desember 2010 lalu dan diakhiri dengan pelatihan Khusus BKM di Desa Wanakaya dan Pelatihan Khusus KSM di Desa Babadan yang akan diselenggrakan hari ini.


Sejauh ini respon dari masyarakat (peserta pelatihan) cukup baik. Antusias mereka cukup tinggi, dimana meskipun pelatihan dilaksanakan pada malam hari, namun acara pelatihan selalu dipenuhi oleh peserta.